Haruskah perpisahan itu ada?



Memang waktu kita tak cukup banyak agar layak disebut lama, tetapi kekokohan relasi ini sukses terbangun dalam durasi pendek. Walaupun kenyataannya lebih lama, tapi tetap saja waktu yang kita jalani selalu terasa singkat. Sepuluh hari, disaat bulan belum sempat berganti menjadi purnama kembali, umur perjumpaan ini membunuh harapan tentang berjauhan hanyalah dongeng semata. Bukan cerita anak SMA bandel yang bolos kelas ramai-ramai, mungkin sedikit lebih waras karena kebanyakan kita yang hampir berkepala dua ini sudah mulai ingat kelakuan dan aturan. Berusaha wujudkan janji untuk membahagiakan kedua orang tua yang telah membesarkan kita dengan segenap jiwa raga serta menjadi seseorang yang kelak bisa berguna bagi negeri.

Salah besar bila menerka tentang cerita hura-hura anak kota yang mejeng sana-sini. Kemana-mana mengandalkan sepaket supir dan mobil hingga makan di restoran elit. Justru kebahagiaan sederhana kerap kali menjadi memori yang menyenangkan untuk dikenang. Derai tawa dan tangis air mata menjadi saksi bahwa kita telah berjalan jauh melewati berbagai macam peristiwa kehidupan. Penasarankah engkau tentang cerita tak terlalu terpoles cantik ini hingga bisa meluruhkan bulir mata dengan alasan sedih berpisah?



Note: 

Sejelas apapun deskripsi pertolongan teman terhadap teman, tetap saja tak dapat mewakilkan secara utuh bagaimana kebaikan itu telah banyak membantu. Akan ada perasaan bersalah jika kalimat-kalimat olahan tak mampu menggambarkan ketulusan secara tepat. Memang takkan pernah mampu dibaca lisan, karena hanya hati yang dapat rasa :)


7.10.21

Comments

Post a Comment

Popular Posts