#Pena
Ini adalah tentang pena. Tentang "tulisan". Tentang sesuatu yang lebih serius dari obrolan terserius biasanya. Yang barusan bicara, segera menelan ludah. Bahkan jika bisa, buru-buru ingin menarik kembali kata-kata.
"Mamak nanti ingin punya menantu yg kyk gimana? Hehe"
Untuk pertama kalinya aku bertanya soal ini.
Ntah. Bagaimana bisa sampai berani bertanya. Namun, angin, juga dingin, seolah ikut bertanda tanya. Seperti bersama menunggu dan menduga, bahwa sungguhan ia akan menjawab:
"Mamak
Ingin yg salih...
"Yang sayang sama mamaknya, sayang sama anak mamak, apa adanya."
Haru dan dalam. Tak banyak, namun jawaban itu mampu membuat cukup lama termenung mengejanya, terngiang sampai nanti suatu hari betul- betul kupahami.
Aku teringat. Bahasan ini adalah tentang: "Pena telah diangkat, dan tinta telah kering"
lalah sebuah pengharapan atas sesuatu yang telah ditetapkan jauh sebelum ruh ini ditiupkan.
Jika Allah memberiku usia, dan kesempatan memijak episode itu. Aku yakin tiadalah terlalu cepat, ataupun terlambat.
Bahwa memang akan tiba masanya. yang dijanjikan datang akan betul- betul datang menjemput.
Ntah seorang itukah yang akan menjemput, ataukah maut yang dekat "yang lebih pasti" menjemput.
dan aku tak akan bertanya lagi.
Ifh š»

Comments
Post a Comment